3 Pemain Arsenal yang Paling Berpengaruh pada Musim 2018-2019

Arsenal mematahkan kritik menang atas Manchester United pada laga pekan ke-30 Premier League. Hasil ini membuat The Gunners menjaga harapan untuk mengakhiri musim di posisi empat besar klasemen.Tidak hanya menang atas Manchester United, Arsenal juga memangkas selisih poin dengan rival sekotanya, Tottenham Hotspur.

Hal itu membuat asa suporter untuk merayakan Saint Totteringham’s Day menguat.Saint Totteringham’ Day adalah hari di mana Arsenal dipastikan finis di atas Tottenham Hotspur. The Gunners sudah tidak merayakan hal tersebut selama dua musim terakhir.

Untuk mencapai posisi tersebut tidaklah mudah. Arsenal masih menjalani masa transisi setelah pergantian manajer, dari Arsene Wenger ke Unai Emery.

Perlahan tetapi pasti, Emery bisa membuat The Gunners untuk kembali kompetitif walaupun kerap mendapat kritikan mengenai seleksi pemain yang ia lakukan. Satu hal yang pasti adalah, Emery menjadi orang yang paling mengetahui potensi Arsenal karena ia adalah manajer klub tersebut.

Juventus Dinilai Tidak Seharusnya Dapat Penalti

Juventus mampu menjarangkan 3 buah gol ke gawang Atletico Madrid, salah satunya melalui titik penalti. Seorang pakar wasit International, Andujar Oliver menilai penalti itu tidak layak didapatkan Juventus.

Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (13/3) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium tersebut, Juve sukses memetik kemenangan 3-0. Tiga gol Si Nyonya Tua diborong oleg sang bintang yakni Cristiano Ronaldo.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus berhak lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan 3-0 kemarin dan Atletico Madrid hanya mampu menceploskan 2 gol saja di leg pertama. Total keseluruhan agregat 3-2 Juventus unggul.

Menurut seorang pakar wasit, Andujar Oliver bahwa Juventus tidak layak mendapatkan penalti karena ini bukan suatu pelanggaran yang harus di jatuhi hukuman penalti karena hanya terdapat kontak ringan saja bukan kontak yang berat yang dapat menyebabkan pelanggaran.

“Menurut presepsi saya, hukuman penalti itu tidak tepat untuk diberikan,” ucap Andujar seperti dikutip dari Marca.

“Memang terdapat sentuhan akan tetapi sangat ringan dan itu tidak cukup,” sambungnya.