Ronaldo Jadi Pemenang Dalam ‘Perceraiannya’ Dengan Real Madrid

Real Madrid dan Ronaldo,memenangkan empat Liga Champions dalam kurun waktu lima tahun, mencapai delapan semifinal.Tetapi mereka berpisah pada musim panas lalu.Hubungan antara keduanya begitu usang sehingga tidak mungkin ada kata rujuk. Deklarasi sakit hati diumumkan oleh Cristiano di Kiev, dan ‘perceraian’ mereka diumumkan beberapa saat kemudian.

Delapan bulan telah berlalu dan episode yang tak terhitung jumlahnya telah terjadi. Begitu banyak hal yang terjadi sehingga Zinedine Zidane kembali di Real Madrid setelah klub itu gagal melewati babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir. Los Blancos mengalami kekalahan dari Ajax Amsterdam di kandang mereka sendiri, dan harus mengubur mimpi untuk mempertahankan gelar Eropa.

Real Madrid tidak memiliki tujuan, harapan, kepemimpinan dan jiwa, sesuatu yang dipamerkan Cristiano ketika dia membawa Juventus mengalahkan Atletico Madrid dengan torehan tiga golnya di leg kedua di Turin.

Ini akan membawa kembali banyak kenangan indah bagi para pendukung Madrid, terutama ketika Cristiano mencetak hattrick ke gawang Jan Oblak dalam perjalanan ke final Liga Champions 2017 di Cardiff.

Ada juga kenangan saat dia menghancurkan Bayern Munich pada 2014 di Allianz Arena, yang membantu Real Madrid mencapai final di Lisbon. Di pertandingan melawan Ajax, kebuntuan Real Madrid sudah sangat terlihat. Dan di dua El Clasico sebelum pertandingan itu, mereka gagal mencetak gol melawan Barcelona.

Gol Cristiano,diakui oleh Luka Modric setelah kekalahan mereka dari Barcelona.Menjelang undian perempatfinal pada pertengahan bulan ini, akan ada Cristiano, yang juga hampir memenangkan Scudetto.

Juventus Dinilai Tidak Seharusnya Dapat Penalti

Juventus mampu menjarangkan 3 buah gol ke gawang Atletico Madrid, salah satunya melalui titik penalti. Seorang pakar wasit International, Andujar Oliver menilai penalti itu tidak layak didapatkan Juventus.

Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (13/3) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium tersebut, Juve sukses memetik kemenangan 3-0. Tiga gol Si Nyonya Tua diborong oleg sang bintang yakni Cristiano Ronaldo.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus berhak lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan 3-0 kemarin dan Atletico Madrid hanya mampu menceploskan 2 gol saja di leg pertama. Total keseluruhan agregat 3-2 Juventus unggul.

Menurut seorang pakar wasit, Andujar Oliver bahwa Juventus tidak layak mendapatkan penalti karena ini bukan suatu pelanggaran yang harus di jatuhi hukuman penalti karena hanya terdapat kontak ringan saja bukan kontak yang berat yang dapat menyebabkan pelanggaran.

“Menurut presepsi saya, hukuman penalti itu tidak tepat untuk diberikan,” ucap Andujar seperti dikutip dari Marca.

“Memang terdapat sentuhan akan tetapi sangat ringan dan itu tidak cukup,” sambungnya.