Pochettino Berpeluang Latih Juventus

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino kemungkinan besar akan melatih raksasa Serie A, Juventus pada musim depan. Hal tersebut diungkapkan oleh sang sepupunya sendiri.

Kiprah Pochettino bersama Tottenham termasuk sangat baik dan impresif. Walaupun tidak aktif di bursa transfer, pria Argentina berhasil membawa Tottenham Hotspurs ke Final Liga Champions di musim ini.

Ia pun sempat dikait-kaitkan dengan Manchester United dan Real Madrid, belakangan ini nama Pochettino juga digadang-gadang akan menjadi pelatih Juventus yang baru.

Sepupu Pochettino, Daniele menilai bahwa kemampuan ia sudah terbukti. Daniele pun yakin Pochettino bisa membawa Tottenham Hotspurs menjadi Juara Liga Champions musim ini.

“Menurut saya, [Pochettino menggantikan Allegri] sangat mungkin terjadi, karena Mauricio adalah pelatih yang memiliki etos kerja yang sangat baik dan mencapai final bersama Tottenham merupakan contoh nyatanya,” ujar Daniele kepada Tutto Juve.

“Jika ia melakukan seperti yang sudah ia lakukan sekarang, menurut saya inilah tahun yang tepat untuk menjadi juara. Saya juga baru bertemu dia, dan ia adalah orang baik dan suka membantu,” imbuhnya.

Juve Sudah Tawari Buffon Sebuah Posisi Manajemen

Jodoh dari Gianluigi Buffon memang sudah sangat dekat dengan Juventus. Walaupun sekarang masih membela Paris Saint-Germain (PSG), Si Nyonya Tua masih ingin membawa pulang sang kiper ke Turin. Bukan sebagai pemain akan tetapi satu posisi di manajerial.

Dikutip dari Calciomercato, Kamis (25/4/2019), pekan depan agen Gianluigi Buffon, Silvano Martina, akan terbang ke Paris untuk bertemu dengan petinggi PSG. Ia ingin mengetahui apa rencana PSG untuk seorang sosok dari Buffon kedepannya nanti.

Gianluigi Buffon masih terikat kontrak sampai dengan Juni 2019. Namun, ada opsi pilihan untuk memperpanjang kontraknya di Paris hingga 2020. Usia yang sudah mencapai 41 tahun kedua pihak masih berpikir ulang melanjutkan karirnya.

PSG memang sudah dikaitkan dengan beberapa kiper hebat seperti David de Gea. Siapapun yang akan tentunya akan membuat Gianluigi Buffon kesulitan bersama klub teras Liga Prancis tersebut. Karena itu, menerima kesempatan yang diberikan oleh Juventus merupan opsi yang masuk akal.

Memang sewaktu sudah berpisah dengan Juventus pada tahun 2018, Presiden Andrea Agnelli sempat menawari satu posisi di manajerial. Sang penjaga gawang akan akan diberikan waktu pelatihan selama satu tahun dan langsung mendapatkan tempat di posisi manajerial.

Juventus Dinilai Tidak Seharusnya Dapat Penalti

Juventus mampu menjarangkan 3 buah gol ke gawang Atletico Madrid, salah satunya melalui titik penalti. Seorang pakar wasit International, Andujar Oliver menilai penalti itu tidak layak didapatkan Juventus.

Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (13/3) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium tersebut, Juve sukses memetik kemenangan 3-0. Tiga gol Si Nyonya Tua diborong oleg sang bintang yakni Cristiano Ronaldo.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus berhak lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan 3-0 kemarin dan Atletico Madrid hanya mampu menceploskan 2 gol saja di leg pertama. Total keseluruhan agregat 3-2 Juventus unggul.

Menurut seorang pakar wasit, Andujar Oliver bahwa Juventus tidak layak mendapatkan penalti karena ini bukan suatu pelanggaran yang harus di jatuhi hukuman penalti karena hanya terdapat kontak ringan saja bukan kontak yang berat yang dapat menyebabkan pelanggaran.

“Menurut presepsi saya, hukuman penalti itu tidak tepat untuk diberikan,” ucap Andujar seperti dikutip dari Marca.

“Memang terdapat sentuhan akan tetapi sangat ringan dan itu tidak cukup,” sambungnya.