Juve Sudah Tawari Buffon Sebuah Posisi Manajemen

Jodoh dari Gianluigi Buffon memang sudah sangat dekat dengan Juventus. Walaupun sekarang masih membela Paris Saint-Germain (PSG), Si Nyonya Tua masih ingin membawa pulang sang kiper ke Turin. Bukan sebagai pemain akan tetapi satu posisi di manajerial.

Dikutip dari Calciomercato, Kamis (25/4/2019), pekan depan agen Gianluigi Buffon, Silvano Martina, akan terbang ke Paris untuk bertemu dengan petinggi PSG. Ia ingin mengetahui apa rencana PSG untuk seorang sosok dari Buffon kedepannya nanti.

Gianluigi Buffon masih terikat kontrak sampai dengan Juni 2019. Namun, ada opsi pilihan untuk memperpanjang kontraknya di Paris hingga 2020. Usia yang sudah mencapai 41 tahun kedua pihak masih berpikir ulang melanjutkan karirnya.

PSG memang sudah dikaitkan dengan beberapa kiper hebat seperti David de Gea. Siapapun yang akan tentunya akan membuat Gianluigi Buffon kesulitan bersama klub teras Liga Prancis tersebut. Karena itu, menerima kesempatan yang diberikan oleh Juventus merupan opsi yang masuk akal.

Memang sewaktu sudah berpisah dengan Juventus pada tahun 2018, Presiden Andrea Agnelli sempat menawari satu posisi di manajerial. Sang penjaga gawang akan akan diberikan waktu pelatihan selama satu tahun dan langsung mendapatkan tempat di posisi manajerial.

Juventus Dinilai Tidak Seharusnya Dapat Penalti

Juventus mampu menjarangkan 3 buah gol ke gawang Atletico Madrid, salah satunya melalui titik penalti. Seorang pakar wasit International, Andujar Oliver menilai penalti itu tidak layak didapatkan Juventus.

Juventus berhadapan dengan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (13/3) dini hari WIB. Pada laga di Allianz Stadium tersebut, Juve sukses memetik kemenangan 3-0. Tiga gol Si Nyonya Tua diborong oleg sang bintang yakni Cristiano Ronaldo.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus berhak lolos ke babak selanjutnya dengan kemenangan 3-0 kemarin dan Atletico Madrid hanya mampu menceploskan 2 gol saja di leg pertama. Total keseluruhan agregat 3-2 Juventus unggul.

Menurut seorang pakar wasit, Andujar Oliver bahwa Juventus tidak layak mendapatkan penalti karena ini bukan suatu pelanggaran yang harus di jatuhi hukuman penalti karena hanya terdapat kontak ringan saja bukan kontak yang berat yang dapat menyebabkan pelanggaran.

“Menurut presepsi saya, hukuman penalti itu tidak tepat untuk diberikan,” ucap Andujar seperti dikutip dari Marca.

“Memang terdapat sentuhan akan tetapi sangat ringan dan itu tidak cukup,” sambungnya.